Masterclass QGIS Carbon Project

Dari Data Spasial Menjadi Insight untuk Sustainability & Carbon Analysis

2 Hari Praktik Mengolah Data GIS untuk Land Cover, Carbon Stock & Monitoring Perubahan Lahan dengan QGIS.

Bukan hanya belajar software, tapi membangun workflow geospasial yang dapat diterapkan untuk kebutuhan carbon project, environmental monitoring, dan sustainability assessment.

Mulai dari menyiapkan data, membangun baseline lahan, menghitung estimasi carbon stock, hingga menyusun output peta yang siap digunakan untuk analisis dan laporan.

Hasil yang ditargetkan:

  • Land Cover Baseline Analysis
  • Carbon Stock Spatial Estimation
  • Land Change Monitoring Map
  • QGIS Project Workflow
  • Spatial Analysis Report

Kamis-Jumat, 15-16 Oktober 2026

19.00 - 21.00 WIB

Live Zoom Meeting & Youtube

Kenapa kamu harus belajar di Pakarify?

Instruktur Expert di Bidangnya
Pemateri kami adalah praktisi industri yang terbukti kompeten di bidangnya masing - masing. Mereka mengajarkan materi dan strategi nyata yang sudah teruji, bukan sekadar teori buku, disampaikan dengan bahasa yang lugas dan mudah dipraktekkan.
Materi kelas dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan industri terkini. Kami berfokus pada penguasaan tools modern dan kebutuhan skillset yang menjadi standar baru perusahaan top dan klien global tahun ini.
Di Pakarify, kami tidak hanya menjual wawasan. Anda akan dibekali studi kasus nyata, template siap pakai, dan simulasi workflow yang menjamin materi bisa langsung Anda terapkan ("Plug & Play").
Bergabung dengan Komunitas Pakarify dalam ekosistem profesional yang suportif. Anda berkesempatan berjejaring dengan ribuan karyawan, manajer, dan freelancer dari berbagai industri untuk berbagi info lowongan kerja, peluang proyek, hingga kolaborasi bisnis.
Kami fokus pada hasil. Skill yang Anda pelajari didesain untuk memberikan dampak langsung pada nilai tawar Anda baik untuk negosiasi kenaikan gaji maupun membuka keran pendapatan sampingan berskala global.

Kurikulum

Klik 🔒 untuk membuka potensial skillset kamu!
Membangun Workspace Geospasial untuk Carbon Project
  • Memahami Workflow GIS dalam Carbon Project

Peserta diperkenalkan pada hubungan antara Area of Interest, land cover, luas kawasan, faktor carbon stock, dan monitoring perubahan lahan dalam sebuah workflow geospasial. Materi membedakan fungsi data spasial untuk baseline, analisis kondisi lahan, estimasi awal carbon stock, dan monitoring. Peserta juga memahami posisi QGIS sebagai alat pengolahan data dan visualisasi, serta batas antara hasil analisis spasial awal dengan perhitungan carbon project yang memerlukan metodologi dan data lapangan lebih lanjut. 

 

Peserta menghasilkan skema sederhana workflow analisis geospasial carbon project dari data input hingga output.

 

  • Menyiapkan Area of Interest dan Struktur Project QGIS

Peserta mempraktikkan pembuatan workspace QGIS yang terorganisasi dengan memasukkan batas Area of Interest sebagai wilayah utama analisis. Pembahasan meliputi pengecekan geometri, penamaan layer, penyimpanan project, struktur folder, serta pemilihan sistem koordinat yang sesuai untuk analisis luas. Tahap ini penting agar seluruh proses land cover, carbon stock, dan monitoring menggunakan batas serta referensi spasial yang konsisten. 

 

Peserta menghasilkan satu project QGIS dengan Area of Interest yang telah siap digunakan sebagai batas analisis.

 

  • Menyiapkan dan Menyamakan Data Raster serta Vektor

Peserta belajar mengecek data input sebelum analisis, mencakup tipe data raster dan vektor, sistem koordinat, cakupan wilayah, atribut, serta kesesuaian layer dengan Area of Interest. Peserta mempraktikkan clipping, reprojection, dan pengecekan atribut agar beberapa sumber data dapat digunakan dalam workspace yang sama. Pendekatan ini membantu mengurangi kesalahan analisis yang muncul akibat layer tidak sejajar, cakupan berbeda, atau satuan luas yang tidak sesuai.

 

Peserta menghasilkan kumpulan layer raster dan vektor yang telah diselaraskan dan dipotong sesuai Area of Interest.

  • Menyiapkan Kelas Land Cover untuk Area Proyek 
Peserta mempraktikkan penyiapan data land cover dari dataset latihan yang tersedia dengan memeriksa kategori, atribut, serta konsistensi nama kelas. Kelas yang terlalu rinci dapat disederhanakan atau direklasifikasi sesuai kebutuhan latihan sehingga kategori seperti hutan, perkebunan, lahan terbuka, pertanian, badan air, atau kelas lainnya dapat dianalisis secara konsisten. Fokus diberikan pada proses harmonisasi kelas, bukan klasifikasi citra satelit dari nol.    Peserta menghasilkan satu layer land cover baseline dengan kategori yang konsisten untuk area proyek.   
  • Menghitung Luas Setiap Kelas Land Cover 
Peserta menggunakan atribut spasial dan Field Calculator untuk menghitung luas setiap objek atau kelas penutup lahan. Hasil kemudian diringkas sehingga peserta dapat melihat komposisi area proyek berdasarkan kategori land cover dalam satuan luas dan persentase. Peserta juga belajar memeriksa apakah total luas hasil analisis sesuai dengan Area of Interest sehingga kesalahan akibat overlap, geometri, atau sistem koordinat dapat diketahui sejak awal.  Peserta menghasilkan tabel luas dan persentase setiap kelas land cover dalam Area of Interest. 
  • Membuat Peta Land Cover Baseline 
Peserta mengatur simbologi kategorikal, warna kelas, nama layer, label, serta elemen visual agar land cover baseline dapat dibaca dengan jelas. Selanjutnya peserta menyusun tampilan peta yang memperlihatkan distribusi spasial kelas penutup lahan dan area dominan pada wilayah proyek. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada tampilan visual, tetapi juga pada hubungan antara pola spasial land cover dengan kebutuhan identifikasi kawasan untuk analisis carbon stock berikutnya.  Peserta menghasilkan satu peta land cover baseline yang siap digunakan sebagai dasar analisis carbon stock.
  • Menyiapkan Faktor Carbon Stock per Kelas Lahan 
Peserta mempelajari cara membangun tabel referensi sederhana yang menghubungkan kelas land cover dengan faktor carbon stock per satuan luas. Faktor yang digunakan dapat berasal dari dataset latihan atau data yang telah dimiliki peserta dan harus dipahami sebagai input analisis, bukan nilai universal untuk seluruh lokasi. Peserta kemudian menyiapkan field dan struktur atribut agar tabel faktor dapat digabungkan secara sistematis dengan layer land cover.    Peserta menghasilkan tabel faktor carbon stock yang siap dihubungkan dengan masing-masing kelas land cover.   
  • Menghitung Estimasi Carbon Stock per Kelas 
Peserta mempraktikkan penggabungan data luas dengan faktor carbon stock menggunakan tabel atribut dan Field Calculator. Perhitungan dilakukan untuk memperoleh estimasi carbon stock setiap kelas dan total area berdasarkan input faktor yang digunakan. Peserta juga belajar memeriksa satuan dan logika perhitungan agar tidak terjadi kekeliruan antara luas, faktor per hektare, dan nilai total. Hasil digunakan sebagai latihan penyusunan inventaris spasial sederhana.    Peserta menghasilkan tabel estimasi carbon stock per kelas land cover dan nilai total untuk Area of Interest. 
  • Memetakan Distribusi Carbon Stock 
Peserta mengubah hasil perhitungan tabular menjadi informasi spasial dengan mengatur simbologi berdasarkan nilai atau kelas carbon stock. Peta digunakan untuk mengenali bagian wilayah yang memiliki estimasi stok relatif lebih tinggi atau lebih rendah berdasarkan land cover dan faktor yang digunakan. Peserta kemudian membandingkan peta carbon stock dengan land cover baseline untuk memahami bagaimana setiap kategori penutup lahan memengaruhi distribusi nilai pada tingkat area proyek.    Peserta menghasilkan satu peta estimasi distribusi carbon stock beserta ringkasan nilai per kelas lahan.
  • Membandingkan Land Cover pada Dua Periode 

Peserta menyiapkan dua layer land cover dari periode berbeda dan memastikan keduanya memiliki Area of Interest, sistem koordinat, serta klasifikasi yang dapat dibandingkan. Melalui fungsi overlay dan pengolahan atribut, peserta mengidentifikasi bagian wilayah yang tetap berada pada kelas yang sama maupun berubah menjadi kelas lain. Tahap ini membangun dasar monitoring spasial dengan menekankan konsistensi data sebelum perubahan antar periode diinterpretasikan. 

 

Peserta menghasilkan layer hasil perbandingan land cover dua periode yang menunjukkan area tetap dan area yang berubah. 

 

  • Membuat Matriks dan Peta Perubahan Lahan 

Peserta mengolah hasil overlay untuk mengetahui luas transisi antar kelas, misalnya dari hutan menjadi lahan terbuka atau dari lahan terbuka menjadi vegetasi. Data tersebut diringkas menjadi matriks perubahan sehingga peserta dapat melihat arah perubahan dan luas konversinya, bukan hanya perbedaan warna pada peta. Selanjutnya hasil disimbolkan untuk menampilkan lokasi perubahan yang perlu diperhatikan dalam monitoring carbon project. 

 

Peserta menghasilkan matriks perubahan land cover dan satu peta lokasi perubahan antar periode. 

 

  • Menginterpretasikan Implikasi Perubahan terhadap Carbon Stock 

Peserta menghubungkan hasil perubahan land cover dengan tabel faktor carbon stock untuk membuat indikasi awal bagaimana suatu transisi kelas dapat memengaruhi estimasi stok karbon. Penekanan diberikan pada kemampuan membaca pola spasial dan membedakan hasil perhitungan awal dengan kesimpulan proyek yang membutuhkan data, metodologi, serta validasi tambahan. Peserta diarahkan untuk menyusun temuan secara hati-hati berdasarkan apa yang benar-benar ditunjukkan oleh data. 

 

Peserta menghasilkan tiga hingga lima insight berbasis peta mengenai perubahan lahan dan indikasi pengaruhnya terhadap carbon stock. 

 

  • Menyusun Peta dan Ringkasan Hasil Analisis 

Peserta menggabungkan hasil utama ke dalam output yang ringkas dan komunikatif melalui QGIS Layout. Elemen yang dipraktikkan mencakup judul, peta, legenda, skala, sumber data, tabel atau angka kunci, serta catatan interpretasi. Peserta diarahkan memilih informasi yang paling relevan dari land cover baseline, carbon stock, dan monitoring perubahan sehingga hasil analisis dapat dibaca oleh pihak lain tanpa harus membuka keseluruhan workspace QGIS. 

 

Peserta menghasilkan satu layout peta analisis carbon project beserta ringkasan hasil yang siap digunakan sebagai bahan laporan atau presentasi.

📋 Persiapan Kelas

Apa yang perlu Anda persiapkan?

Laptop & Internet

Zoom Meeting dan koneksi jaringan yang stabil

Tools yang Digunakan

Pastikan untuk Menginstall Aplikasi sesuai Tema Kelas

Whatsapp Grup

Informasi kelas akan disampaikan melalui Grup

Profil Pembicara

Mulyanto M

Geospatial Data Analyst & Remote Sensing Specialist

Spesialis Geospasial untuk Carbon Project, Forest Monitoring & Sustainability Assessment
Mengembangkan Analisis Land Cover, Carbon Stock & Dynamic Baseline untuk Mendukung Proyek Karbon
Experienced Google Earth Engine, Remote Sensing & GIS untuk Monitoring Perubahan Lahan dan Analisis Lingkungan

Pendidikan

Universitas Gadjah Mada (August 2019—July 2023) Yogyakarta

Bachelor of Sciences, Major in Geography, Minor in Cartography & Remote Sensing

Scholarship Awardee of TELADAN Program by Tanoto Foundation (January 2020–August 2023)

Fairatmos – PT Udara Untuk Semua, Jakarta

GIS Remote Sensing Specialist

(August 2023 – Present)

Deskripsi:

  • Processed and quality controlled large scale spatial datasets covering more than 30 million hectares across Southeast Asia for multitemporal land use change analysis, integrating land cover, concession, forestry, and environmental constraint layers.
  • Performed strict spatial compliance screening to evaluate prohibited planting areas by delineating steep slopes (>40% gradient), riparian buffer zones, and sensitive peatland ecosystems (DEL & PAD analysis) using high-resolution DEM and LiDAR.
  • Developed Dynamic Baselines and forest stocking indices using NDVI time-series, Google Colab, and drone-derived Canopy Height Models (CHM) to support High Carbon Stock Approach (HCSA) stratifications and project feasibility studies.
  • Managed large-scale geospatial databases for High Conservation Value (HCV) assessments and Project Design Documents (PDD), integrating landscape buffers and legal forestry attributes to ensure compliance with Verra and international sustainability standards.

FOLU Net Sink 2030 – P2HB, Banten

GIS Expert & Drone Pilot

(December 2025–April 2026)

Deskripsi:

  • Developed the 2025 land cover baseline and spatial databases across 500 hectares to support the FOLU Net Sink 2030 forest restoration program.
  • Acquired and processed UAV data to produce high-resolution Orthophotos, DSMs, and DTMs, delivering standardized spatial metadata and technical reports.

Research Directorate UGM, DI. Yogyakarta

Research Assistant

(September 2022–June 2023)

Deskripsi:

  • Responsible for assisting the principal investigator in mapping the biophysical characteristics of mangrove forests using remote sensing data on a national scale and has accessed more than 500,000 hectares of mangrove forests in Indonesia.
  • Contributed to the publication of 2 international journals and 1 educational book on remote sensing for mangrove forest mapping and modeling.

ATR/BPN Kabupaten Pati, Central Java

Field Surveyor & GNSS Operator

(April—May 2023)

Deskripsi:

  • Responsible for surveying & measuring ICP coordinates for making orthophoto maps in the framework of the ATR/BPN 2023 PTSL program in 21 sub-districts in Pati Regency, Central Java.
  • Also in charge of making base stations using GNSS Base, measuring coordinates using GNSS Rover, and tidying up data acquisition results.
  • Drone Pilot Certifications, held by Terra Drone Indonesia, 2023
  • Drone Pilot Certifications, held by Drone Edutek Indonesia, 2026
  • Data Preparation in Data Science using R, held by DQLab, 2023
  • Data Visualization in Data Science using R, held by DQLab, 2023
  • R Fundamental for Data Science, held by DQLab, 2023
  • Statistic using R for Data Science, held by DQLab, 2023
  • GIS Training, “Fundamental of ArcGIS System: ArcGIS Pro, ArcGIS Online, ArcGIS Apps”, held by Esri Indonesia, 2022
  • High Definition 3D Scanning Borobudur Workshop, “Laser Scanning by LiDAR and Photogrammetry for Heritage”, held by Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021

Apa kata mereka tentang Pakarify?

“Sudah baik, narasumber sangat kompeten dengan penjelasan yang sangat mudah dimengerti dan bermanfaat.”

Harun Al Rasyid
Dosen Universitas Brawijaya

“Penjelasannya materi mudah dipahami dan dilengkapi tutorial. Hal tersebut, sangat bermanfaat bagi Saya yang masih pemula.”

Nursakti Niko Rosandy
Manager PT Telkom Indonesia

“Baik sekali, menambah pengetahuan, Semoga ada pelatihan secara offline”

Muhammad Irvansyah
Konsultan PT Centria Integrity Advisory
📚 Ebook Gratis

E-Book Gratis Masterclass App & Software

Dapatkan GRATIS 3 E-book seharga RATUSAN RIBU bagi peserta yang mendaftar di website Pakarify!

Return Of Investment Kelas Pakarify

Pelajari keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini dan dapat langsung diterapkan untuk mendukung karier, proyek, maupun peluang profesional Anda.

Profesional dengan green skills memiliki tingkat perekrutan sekitar 47% lebih tinggi dibanding tenaga kerja secara umum.

Sumber: LinkedIn Global Green Stocktake, 2025

Permintaan green talent tumbuh 2× lebih cepat dibanding pertumbuhan ketersediaan skill-nya, yaitu 8% vs 4%.

Sumber: LinkedIn Economic Graph, 2025

Nilai pasar industri geospasial global diproyeksikan menembus US$309 miliar pada tahun 2034.

Sumber: Fortune Business Insights, 2026

Kuota Terbatas

Segera daftarkan dirimu sekarang!

Starter

Rp 149k

Kelas Zoom & Youtube Eksklusif
Grup Pakarify Network
Free Notulensi
Free Recording Kelas Selamanya

Professional

Rp 179k

Kelas Live Zoom & Youtube Eksklusif
Grup Pakarify Network
Free Notulensi
Free Recording Kelas Selamanya
Free Ebook Carbon Accounting
E-Certificate

Exclusive
BUY 1 GET 2 Class QGIS

Rp 350k

Rp 229k

Kelas Live Zoom & Youtube Eksklusif
Grup Pakarify Network
Free Notulensi
Free Recording Kelas Selamanya
Free Ebook Carbon Accounting
E-Certificate
Voucher 10% Pakar kelas (untuk kelas Pakar berikutnya)
Free +Ecourse "Masterclass QGIS Essentials"

Formulir Pendaftaran

Silakan isi data diri Anda di bawah ini untuk mendaftar kelas ini

Form Pendaftaran Kelas Environment #2