Masterclass ArcGIS for Professional Spatial Analysis
2 Hari Praktik Site Suitability, GIS Automation & Interactive Dashboard
Bukan sekadar belajar tools ArcGIS tapi Bangun workflow dari project brief → spatial criteria → site suitability → automation → decision dashboard.
Dalam pekerjaan profesional, tantangannya bukan lagi sekadar melakukan buffer, overlay, atau geoprocessing. Tantangannya adalah bagaimana mengubah kebutuhan proyek menjadi analisis spasial yang terstruktur, dapat dipertanggungjawabkan, dan mudah dijalankan kembali.
Di masterclass ini, kamu akan mempraktikkan workflow end-to-end menggunakan ArcGIS Pro: menyiapkan data, membangun multi-criteria site suitability model, menentukan candidate sites, mengotomasi proses melalui ModelBuilder, hingga menyampaikan hasil analisis melalui interactive dashboard.
Hasil yang ditargetkan:
- Site Suitability Model
- Candidate Sites & Spatial Insights
- Reusable ModelBuilder Workflow
- Analysis-Ready Geodatabase
- Web Layer
- Interactive Decision Dashboard
Sabtu-Minggu, 24-25 Oktober 2026
19.00 - 21.00 WIB
Live Zoom Meeting & Youtube
Kenapa kamu harus belajar di Pakarify?
Instruktur Expert di Bidangnya
Pemateri kami adalah praktisi industri yang terbukti kompeten di bidangnya masing - masing. Mereka mengajarkan materi dan strategi nyata yang sudah teruji, bukan sekadar teori buku, disampaikan dengan bahasa yang lugas dan mudah dipraktekkan.
Kurikulum "Market-Fit" 2026
Materi kelas dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan industri terkini. Kami berfokus pada penguasaan tools modern dan kebutuhan skillset yang menjadi standar baru perusahaan top dan klien global tahun ini.
100% Praktik & Siap Pakai
Di Pakarify, kami tidak hanya menjual wawasan. Anda akan dibekali studi kasus nyata, template siap pakai, dan simulasi workflow yang menjamin materi bisa langsung Anda terapkan ("Plug & Play").
High-Value Networking
Bergabung dengan Komunitas Pakarify dalam ekosistem profesional yang suportif. Anda berkesempatan berjejaring dengan ribuan karyawan, manajer, dan freelancer dari berbagai industri untuk berbagi info lowongan kerja, peluang proyek, hingga kolaborasi bisnis.
Akselerasi Karir & Pendapatan
Kami fokus pada hasil. Skill yang Anda pelajari didesain untuk memberikan dampak langsung pada nilai tawar Anda baik untuk negosiasi kenaikan gaji maupun membuka keran pendapatan sampingan berskala global.
Kurikulum
Klik 🔒 untuk membuka potensial skillset kamu!
Structuring a Professional Spatial Analysis Workflow
- Menerjemahkan Project Brief menjadi Spatial Analysis Framework
Peserta belajar mengubah pertanyaan proyek menjadi struktur analisis spasial yang terukur. Pembahasan mencakup penentuan objective, unit analisis, kriteria evaluasi, constraint, serta output yang dibutuhkan sebelum memilih tools GIS. Pendekatan ini membantu peserta membedakan antara sekadar menjalankan geoprocessing dan membangun analisis yang memiliki hubungan jelas dengan kebutuhan proyek serta proses pengambilan keputusan.
Peserta menghasilkan satu spatial analysis framework yang berisi objective, kriteria, constraint, dan target output untuk studi kasus yang digunakan selama kelas.
- Menyiapkan Project, Geodatabase, dan Data yang Analysis-Ready
Peserta mempraktikkan penataan project ArcGIS Pro, file geodatabase, layer input, serta struktur penyimpanan hasil agar workflow lebih terorganisasi. Materi juga membahas pemeriksaan sistem koordinat, extent, resolusi raster, atribut, missing value, dan konsistensi data sebelum analisis. Tahapan ini diposisikan sebagai quality control awal untuk mengurangi kesalahan yang dapat memengaruhi hasil site suitability pada proses berikutnya.
Peserta menghasilkan project ArcGIS Pro dan geodatabase yang telah terstruktur serta dataset utama yang siap digunakan untuk proses analisis.
- Menstandarkan Kriteria untuk Multi-Criteria Spatial Analysis
Peserta mempelajari cara mengubah layer dengan satuan dan karakteristik berbeda menjadi kriteria yang dapat dibandingkan dalam satu model. Praktik mencakup pembentukan proximity atau distance surface, pengolahan parameter fisik yang relevan, serta reclassification atau pemberian skor berdasarkan kebutuhan studi kasus. Penekanan diberikan pada hubungan antara asumsi proyek, nilai kriteria, dan konsekuensi analitis dari setiap klasifikasi yang dibuat.
Peserta menghasilkan beberapa standardized criteria layers dengan sistem skor yang siap digunakan sebagai input site suitability model.
Building a Decision-Oriented Site Suitability Model
- Menentukan Criteria Weight dan Constraint Analysis
Peserta mempraktikkan penyusunan bobot untuk beberapa kriteria serta membedakan faktor yang dapat diberi skor dengan area yang harus dikeluarkan dari analisis. Pembahasan menekankan pentingnya dokumentasi asumsi agar pemberian bobot tidak dianggap sebagai keputusan yang sepenuhnya objektif. Peserta juga melihat bagaimana perubahan prioritas proyek dapat memengaruhi struktur bobot dan hasil akhir model kesesuaian.
Peserta menghasilkan skenario bobot dan constraint yang terdokumentasi sebagai dasar perhitungan site suitability.
- Menghasilkan Suitability Surface dengan Weighted Overlay Workflow
Peserta menggabungkan kriteria yang telah distandarkan menggunakan workflow weighted overlay atau weighted combination yang sesuai dengan studi kasus. Praktik mencakup pengaturan environment analisis, penerapan skor dan bobot, pengelompokan hasil menjadi kelas suitability, serta pemeriksaan konsistensi output. Fokus pembelajaran bukan hanya menghasilkan raster akhir, tetapi memahami bagaimana setiap input berkontribusi terhadap pola spasial pada hasil model.
Peserta menghasilkan satu suitability map dengan kelas prioritas yang terbentuk dari kombinasi beberapa kriteria analisis.
- Menyeleksi Candidate Sites dan Menyusun Spatial Insight
Peserta mengembangkan suitability surface menjadi informasi yang lebih operasional dengan menyeleksi area prioritas berdasarkan kelas kesesuaian, constraint, ukuran minimum, atau kebutuhan studi kasus. Peserta kemudian memeriksa distribusi kandidat dan menghubungkan hasil tersebut dengan parameter yang digunakan. Tahap ini juga membahas batas interpretasi agar hasil GIS tidak langsung dianggap sebagai keputusan final tanpa mempertimbangkan validasi dan informasi pendukung lainnya.
Peserta menghasilkan shortlist candidate sites beserta ringkasan alasan spasial dan catatan interpretasi untuk masing-masing prioritas.
Automating GIS Workflow with ModelBuilder
- Memetakan Manual Workflow menjadi Automation Logic
Peserta membedah rangkaian analisis pada sesi pertama menjadi input, process, intermediate output, dan final output yang dapat disusun sebagai model. Pembelajaran memperkenalkan logika ModelBuilder secara praktis melalui hubungan antar-geoprocessing tools sehingga peserta dapat melihat proses GIS sebagai workflow yang dapat direplikasi. Peserta juga mengidentifikasi tahapan yang layak diotomatisasi dan tahapan yang tetap membutuhkan keputusan atau pemeriksaan dari analis.
Peserta menghasilkan diagram workflow automation yang memetakan input, proses utama, dan output dari site suitability analysis.
- Membangun Reusable Model di ArcGIS Pro
Peserta mempraktikkan penyusunan ModelBuilder dari beberapa tahapan geoprocessing yang sebelumnya dijalankan secara manual. Model disusun agar parameter penting seperti dataset input, lokasi output, atau nilai tertentu dapat disesuaikan tanpa membangun ulang seluruh proses. Materi difokuskan pada reusable workflow yang realistis untuk pekerjaan profesional, bukan pada automation kompleks yang membutuhkan pengembangan script secara penuh.
Peserta menghasilkan satu ModelBuilder workflow yang dapat dijalankan kembali dengan parameter input yang dapat disesuaikan.
- Menjalankan, Memeriksa, dan Mendokumentasikan Automated Workflow
Peserta menjalankan model yang telah dibuat dan memeriksa apakah output yang dihasilkan konsisten dengan workflow manual. Pembahasan mencakup validasi sederhana, penamaan output, intermediate data, potensi error, serta dokumentasi asumsi dan parameter agar model dapat dipahami ketika digunakan kembali. Pendekatan ini membantu peserta melihat automation bukan sekadar percepatan proses, tetapi bagian dari workflow yang lebih repeatable dan auditable.
Peserta menghasilkan satu automated workflow yang telah diuji beserta catatan parameter dan langkah penggunaan ulang model.
From Spatial Analysis to Interactive Decision Dashboard
- Menyiapkan Analysis Output untuk Web-Based Communication
Peserta memilih output analisis yang relevan untuk disampaikan kepada pengguna non-teknis dan menyiapkan struktur data agar lebih efektif digunakan sebagai web layer. Pembahasan mencakup penyederhanaan atribut, field yang dibutuhkan, kategori suitability, informasi candidate site, serta simbologi yang mendukung komunikasi hasil. Peserta juga memahami bahwa tidak seluruh layer proses perlu ditampilkan pada dashboard karena tujuan utamanya adalah menyampaikan informasi yang mendukung evaluasi dan keputusan.
Peserta menghasilkan dataset final yang telah disederhanakan dan disiapkan untuk kebutuhan publikasi serta visualisasi interaktif.
- Mempublikasikan Hasil Analisis ke Ekosistem ArcGIS
Peserta mempraktikkan workflow dari ArcGIS Pro menuju web layer menggunakan layanan ArcGIS Online atau ArcGIS Enterprise yang tersedia. Tahapan difokuskan pada pemeriksaan layer, konfigurasi informasi yang akan dibagikan, serta memastikan hasil analisis dapat digunakan pada aplikasi web. Detail akses organisasi, privilege, dan konfigurasi akun dapat berbeda sehingga implementasinya akan menyesuaikan environment yang tersedia pada saat pelaksanaan kelas.
Peserta menghasilkan satu web layer hasil analisis yang siap digunakan sebagai sumber data dashboard, menyesuaikan akses akun yang tersedia.
- Membangun Interactive Dashboard untuk Decision Support
Peserta menyusun dashboard yang menghubungkan peta hasil suitability dengan elemen informasi seperti indicator, category, list, atau visual pendukung yang relevan. Peserta juga mempraktikkan pengaturan filter dan interaksi antar-elemen agar pengguna dapat mengeksplorasi candidate site tanpa harus membuka project GIS. Fokus akhir diberikan pada penyusunan alur informasi sehingga dashboard tidak hanya menarik secara visual, tetapi membantu pembaca memahami prioritas, lokasi, dan informasi utama hasil analisis.
Peserta menghasilkan prototipe interactive decision dashboard yang menampilkan suitability map, candidate sites, indikator utama, dan mekanisme eksplorasi hasil.
📋 Persiapan Kelas
Apa yang perlu Anda persiapkan?
Laptop & Internet
Zoom Meeting dan koneksi jaringan yang stabil
Tools yang Digunakan
Pastikan untuk Menginstall Aplikasi sesuai Tema Kelas
Brief Bisnis
Brief singkat tentang bisnismu (opsional)
- 🗓️ Jadwal dapat berubah menyesuaikan situasi
- ℹ️ Informasi perubahan jadwal akan disampaikan melalui grup kelas dan media sosial resmi Pakarify
- Whatsapp Group ( Informasi kelas akan disampaikan melalui Grup)
Profil Pembicara
Auzaie Ihza Mahendra
GIS and Remote Sensing Specialist
Pendidikan
Master of Remote Sensing at Universitas Gadjah Mada
(August/2022 – July/2024)
Thesis Title:
Analysis of Urban Ecological Quality Based on Remote Sensing Ecological Index (RSEI) In the City of Bandung and Semarang City (Thesis written in Bahasa Indonesia)
Geography at Yogyakarta State University
(August/2015 – January/2020)
Thesis Title:
Condition of Private Green Open Space in Kalasan Sub-district, Sleman Regency (Thesis written in Bahasa Indonesia)
Pengalaman Professional
GIS Specialist
Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) PIU Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jakarta, Indonesia
(November 2025 – Present)
Deskripsi:
Responsible for ensuring accurate and standards-compliant geospatial data, supporting coordination across teams, providing maps and spatial analysis for planning and evaluation, strengthening GIS capacity and infrastructure, and delivering technical input and reports to help achieve project objectives.
GIS Specialist
PT. Multi Areal Planing Indonesia (MAPID), Bandung Regency, Indonesia
(November 2024 – November 2025)
Deskripsi:
Responsible for cleaning, preprocessing, and ensuring the quality of geospatial data, developing automated workflows for remote sensing extraction, conducting geospatial research, reviewing GIS and remote sensing data accuracy, organizing primary data collection, and supervising the delivery of reliable geospatial outputs for clients and internal stakeholders.
Remote Sensing and GIS Research Assistant
Master Program in Remote Sensing, Universitas Gadjah Mada, Sleman Regency Indonesia
(August 2022 – July 2024)
Deskripsi:
Responsible for geospatial data acquisition, processing, integration, and visualization; selecting suitable satellite imagery, algorithms, and statistical methods for mapping; ensuring data quality; conducting geospatial studies; and carrying out spatial analysis using GIS, remote sensing, and related analytical tools.
Freelance GIS Operator
Desa Akar Karsa Community, Banjarnegara Regency, Indonesia
(January 2022 – April 2022)
Deskripsi:
Responsible for collecting and digitizing spatial data of the Dieng Plateau landscape, converting printed maps into shapefile vectors, visualizing digital maps, analyzing administrative boundaries within the area, and conducting spatial analysis using GIS applications.
Freelance GIS Operator
Resan Gunungkidul Community, Gunungkidul Regency, Indonesia
(July 2021 – December 2021)
Deskripsi:
Responsible for compiling plant inventory data, plotting field coordinates, visualizing planting activities through printed and interactive web-based maps, planning priority planting areas spatially, and conducting spatial analysis using GIS applications.
Geospatial Analyst and Operator
Mapping Corner Consultant, Sleman Regency, Indonesia
(October 2019 – June 2022)
Deskripsi:
Responsible for acquiring GIS and remote sensing data suited to mapping objectives, integrating spatial and non-spatial data, conducting statistical and spatial analysis with appropriate methods, ensuring data quality, and processing geospatial outputs using GIS, remote sensing, and analytical tools.
Pengalaman Praktisi (Project)
Tenaga Ahli GIS | BBWS Ciliwung-Cisadane | Kajian Situ Bungur
(October 2025 – November 2025)
Objektif:
Performed data processing, analysis, and visualization of field measurement outputs to support final project documentation.
Trainer MAPID WebGIS Academy | PT. Multi Areal Planing Indonesia
(August 2025 – September 2025)
Objektif:
Trained participants to perform spatial data analysis using Python to automate and enhance the efficiency of data processing for web-based applications.
GIS Supervisor | Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta (Client) | Lapor Banjir Monitoring System
(January 2025 – October 2025)
Objektif:
Managed geospatial data, developed survey assessment frameworks, and facilitated client brainstorming sessions to support the development of the “Lapor Banjir” (Flood Reporting) system.
GIS Supervisor | PT. Suri Nusantara Jaya (Client) – Site Selection for Business Expansion
(Februari 2025 – June 2025)
Objektif:
Supervised spatial analysis to determine optimal locations for the business expansion of Toko Daging Nusantara” across Indonesia using geospatial datasets and the GeoMAPID application.
Sosial Media
LinkedIn: linkedin.com/in/auzaie-ihza-mahendra
Publikasi
Utilization of Remote Sensing Data in Determining the Threshold Value of Urban Ecological Quality Index in Bandung City
Status: Published on Scopus Q2 Index | 2025
Monitoring Changes in Ecological Quality of Land Cover Using Landsat-8 Oli Imagery in Semarang City
Status: Published on Scopus Q3 Index | 2025
Ecosystem Health Assessment Based on Remote Sensing Data in Semarang City, Central Java Province
Status: Under Review on Scopus Q3 Index | 2024
Analysis of Urban Ecological Quality Based on Remote Sensing Data in Bandung City in 2023
Status: Published on Sinta 3 Index | 2024
Apa kata mereka tentang Pakarify?
“Sudah baik, narasumber sangat kompeten dengan penjelasan yang sangat mudah dimengerti dan bermanfaat.”
Dosen Universitas Brawijaya
“Penjelasannya materi mudah dipahami dan dilengkapi tutorial. Hal tersebut, sangat bermanfaat bagi Saya yang masih pemula.”
Manager PT Telkom Indonesia
“Baik sekali, menambah pengetahuan, Semoga ada pelatihan secara offline”
Konsultan PT Centria Integrity Advisory
📚 Ebook Gratis
E-Book Gratis Masterclass App & Software
Dapatkan GRATIS 3 E-book seharga RATUSAN RIBU bagi peserta yang mendaftar di website Pakarify!
Return Of Investment Kelas Pakarify
Pelajari keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini dan dapat langsung diterapkan untuk mendukung karier, proyek, maupun peluang profesional Anda.
- Karier GEE Terus Tumbuh
Peluang kerja di bidang GEE dan geospasial diproyeksikan tumbuh 11% dalam dekade mendatang.
Sumber: U.S. Bureau of Labor Statistics, 2024
- Skill GEE Semakin Dibutuhkan
Permintaan industri terhadap keterampilan geospasial diperkirakan meningkat hingga 21,5%.
Sumber: Lightcast Labor Market Analytics, 2024
- Industri Geospasial Sedang Bertumbuh
Nilai pasar industri geospasial global diproyeksikan menembus US$309 miliar pada tahun 2034.
Sumber: Fortune Business Insights, 2025
Kuota Terbatas
Segera daftarkan dirimu sekarang!
Starter
Rp 99k
Kelas Zoom & Youtube Eksklusif
Grup Pakarify Network
Free Notulensi
Free Recording Kelas Selamanya
Professional
Rp 149k
Kelas Live Zoom & Youtube Eksklusif
Grup Pakarify Network
Free Notulensi
Free Recording Kelas Selamanya
Free Ebook ARCGIS Essentials
E-Certificate
Exclusive
BUY 1 GET 2 Class QGIS
Rp 350k
Rp 229k
Kelas Live Zoom & Youtube Eksklusif
Grup Pakarify Network
Free Notulensi
Free Recording Kelas Selamanya
Free Ebook ARCGIS Essentials
E-Certificate
Voucher 10% Pakar kelas (untuk kelas Pakar berikutnya)
Free +Ecourse "Masterclass QGIS Essentials" (poster terlampir)
⚠️ Perhatian! ⚠️
Terdapat Penggunaan Tools Berbayar di Kelas Ini.
Peserta perlu menyediakan aksesTools secara mandiri atau melalui institusi/perusahaan masing-masing.
Pakarify tidak menyediakan lisensi atau akses software dalam program ini.
Ikuti E-Course Masterclass QGIS Essentials berikut!
